Rabu, 21 November 2012

LATAR BELAKANG BERDIRINYA MASJID JAMI'


LATAR BELAKANG

Masjid Jami’ Ngronggi merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Ngawi yang didirikan oleh Bpk. Kyai H. Nguzair pada tahun 1875 dalam bentuk yang sangat sederhana dan berdiri diatas lahan/tanah milik pribadi di Dusun Ngronggi Desa Grudo.
Pada saat berdirinya masjid tersebut masyarakat lingkungannya masih gersang terhadap Agama Islam, sehingga masyarakat di sekitarnya sangat perlu diberikan ajaran-ajaran Agama Islam.
Dengan berdirinya masjid jami’ Ngronggi ini akhirnya syiar Agama Islam terus berkenbang mulai dari lingkungan masjid itu sendiri sampai pada Desa-Desa sekitarnya seperti di Desa Beran, Ngale, Tempuran dsb.
Sehubungan dengan lokasi Masjid Jami’ Ngronggi berada dalam wilayah Kota Ngawi akhirnya oleh Pengulu kota Ngawi sekitar tahun 1900 Masjid Jami’ Ngronggi ditunjuk sebagai tempat kantor Pengulu dan urusan-urusan Agama Islam antara lain masalah Perkawinan.
Selama Bpk. K.H. Nguzair mengelola Masjid dibantu oleh para putranya a.l. K.H. ABDULLAH, KH. ABDURRAHMAN, serta Kyai TOHIR. Pada tahun 1900 K.H. Nguzair wafat kemudia pengelolaan masjid diambil alih oleh Putranya yaitu K.H. Abdullah dibantu oleh K.H. Abdurrahman.
Selama pengelolaan K.H. Abdullah ini, masjid jami’ mulai ada perubahan, baik bangunan masjid maupun syiar Agama Islam, karena mengingat pada saat itu penduduk sudah mulai bertambah dan para perantau dari luar daerah juga banyak yang datang maka syiar Agama Islam benar-benar mulai ditingkatkan, namun apaboleh dikata ternyata syiar Agam Islam tidak semudah apa yang diharapkan karena pada saat itu Pemerintah masih dikuasai oleh Belanda.
Melihat situasi yang demikian K.H. Abdullah tidak pantang mundur, beliau terus mengembangkan ajaran-ajaran Agama Islam melalui perorangan, kelompok-kelompok kecil, maupun melalui keluarga.
Pada tahun 1912 K.H. Adullah berkesempatan mendirikan pondok pesantren yang berlokasi sebelah utara masjid, hal ini disebabkan karena santri mulai bertambah baik berasal dari lingkungan Dusun Ngronggi maupun dari Desa di sekitarnya adapun yang mengajar ngaji di samping K.H. Abdullah juga dibantu K.H. Abdurrahman dan K.H. Tohir.
Setelah K.H. Abdullah wafat, maka pengelolaan masjid diambil alih oleh K.H. Abdurrahman dan K.H. Tohir sampai tahun 1930. Kemudian selanjutnya pada periode 1930 sd. 1945 pengelolaan masjid dipegang oleh K.H. Hasbullah setelah K.H. Abdurrahman dan K.H. Tohir wafat.
Dengan datangnya kemerdekaan RI pada tahun 1945, maka syiar Agama Islam sudah dimulai mendapat kebebasan dan terus ditingkatkan sampai meluas kemana-mana ke desa sekitar.
Setelah pada tahun 1945, pengelolaan masjid diteruskan oleh K.H. Adnan yang dibantu K.H. Zaenuri, yang kemudian dilengkapi berdirinya Madrasah pada tahun 1959 dengan guru ngajinya adalah Sdr Suroso, Kusaeri, Sudarno. Setelah adanya sarana pondok pesantren dan Madrsah, hal ini menunjukkan di Ngronggi merupakan sentral kegiatan syiar Agama Islam. Lebih semarak lagi selah wafatnya K.H. Adnan kemudian pengelolaan diambil alih oleh K.H. Masruh Hasbullah. Sampai sekarang.
Pengelolaan Masjid yang demikian baiknya akirnya dibentuklah yayasan masjid serta takmir masjid dimana hal ini merupakan upaya sungguh-sungguh untuk memakmurkan masjid jami’ Baiturrahman Ngronggi Grudo.

MAKSUD DAN TUJUAN BERDIRINYA MASJID

Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk :
2.1. Meningkatkan syiar Agama Islam
2. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
3. Menumbuh kembangkan kreatifitas umat Islam khususnyaGenerasi Muda Islam
4. Sebagai pusat Informasi, Komunikasi dan Edukasi
5. Sebagai tempat pertemuan/rapat
6. Tempat memperingati Hari-Hari Besar Islam
7. Sebagai tempat Majelis Taklim
8. Tempat Kegiatan Sosial, dsb.

 PERKEMBANGAN MASJID BAITURRAHMAN

1. BANGUNAN MASJID




masjid-atas1



Tahun 1875 berdiri dengan kondisi yang amat sederhana dengan ukuran 8x10 m, didinding dari gedek/sesek, atap dari sirap, lantai dari tanah.
Pada tahun 1900 masjid mulai ada perbaikan yaitu dengan mengganti dinding gedek diganti papan, atap diganti genteng, tiang diganti kayu Jati dengan ukuran tinggi 7 m, lebar ditambah menjadi 12x12 m, kuncungan dibuat bentuk bulat kecil lancipdan dilengkapi mimbar ukiran serta ditambah bangunan Pondok Pesantren.
Pada tahun 1930 sd. 1945 perbaikan masjid difokuskan pada pemeliharaan Bangunan dengan Swadaya murni.
Tahun 1945 sd. 1974 bangunan masjid dilengkapi dengan gedung Madrasah yang didirikan secara swadaya murni oleh Bpk. K.H. Adnan serta dilengkapi bangunan untuk wudhu yang ditempatkan di sebelah utara Masjid yang sekarang digunakan untuk gedung MI.
Tahun 1974 sd. sekarang Bangunan Masjid banyak mengalami perubahan perbaikan maupun renofasi, antara lain :
A. Tahun 1978 Masjid ditambah bangunan untuk serambi depan ukuran 12x7 m biaya swadaya sebesar Rp500.000,00,- serta mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Kab. Ngawi sebesar Rp50.000,00,-
Lantai Masjid induk diganti dengan batu kerek dan diplester, diiganti dengan tegel abu-abu.
B. Tahun 1994 Masjid Jami’ Baiturrahman mendapat renofasi dari Putra Desa yang bekerja di Jakarta yaitu Bapak Haji Subandi putra dari Alm.Bpk.H. Ibrahim (Kasun Dusun Ngronggi) dengan biaya sebesar Rp25.000.000,00,- serta ditambah swadaya/partisipasi masyarakat yang berupa tenaga maupun material.
Adapun rehab yang dilakukan antara lain :
- Dinding diganti tembok
- Genteng diganti genteng pres
- Pyan diganti dari Eternit
- Ruangan ditambah untuk ruang Kantor, ruang alat-alat Masjid, ruang untuk serambi wanita
- Teras depan ditambah dan dibuat model lingkaran
- Lantai diganti tegel kembang
- Pengecetan seluruh bangunan
Rehab masjid tersebut selesai dandiresmikan oleh Keluarga H. Ibrahim pada tanggal 3 Maret 1995.





2. KYAI KARISMATIK PENGELOLA MASJID

1. Tahun 1875 - 1900 : Bpk. KH. NGUZAIR
2. Tahun 1900 - 1912 : Bpk. KH. ABDULLAH
Bpk. KH. ABDURRAHMAN
Bpk. KH. TOHIR
3. Tahun 1912 - 1930 : Bpk. KH. TOHIR
4. Tahun 1930 - 1945 : Bpk. KH. HASBULLAH
5. Tahun 1945 - 1974 : Bpk. KH. ADNAN
Bpk. KH. ZAENURI
6. Tahun 1974 sd… : Bpk. KH. MASRUCH HASBULLAH
Bpk. KH. MAHFUD ABDUL SYUKUR

DIPOSTING OLEH_OTIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar